Senin, Oktober 1

KEMANA PANCASILA SAKTI-KU ???


KEMANA PANCASILA SAKTI-KU ???
By: Eni Suryanita, M. Pd.



Di zaman Saya sekolah dulu, hampir setiap sekolah memiliki lapangan untuk berolahraga dan dilengkapi ruang-ruang seni untuk berkreasi ( walaupun tidak seindah sekolah sekarang ) apalagi yang sekolahnya di kampung. Dengan aneka kegiatan, kami mudah menemukan identitas diri dan bakat kami tersalurkan, hampir tak ada kesempatan untuk lakukan hal-hal negative termasuk tawuran. Saya mengikuti latihan PBB, Pramuka, PMR, Tari, Karawitan ( seni daerah ), Paduan suara, ( Saya ingat waktu itu jadi dirigen padahal tubuh Saya paling pendek dan termuda hmm..) jadi kangen masa lalu.

Waktu SD Saya memiliki Guru dari bermacam-macam daerah dan dengan agama, yang beragam. Ada yang dari Sulawesi, Jogya, Maluku, Kalimantan bahkan ada yang dari Papua. Ada yang
beragama Islam ada yang Kristen. Mereka semua rukun dan kami merasa senang serta nyaman dalam bimbingan mereka. Karena tempat tinggal Saya di Jawa Barat ( tepatnya di Sukabumi ) bahasa yang kami gunakan lebih dominan bahasa daerah ( Bahasa Sunda), Guru-guru Saya belajar dan mampu berbahasa sunda. Sikap menghargai, toleransi, kebersamaan dan rasa persatuan sangat kental dan jauh dari sikap ego pribadi.

Tapi kini ???….Etika, sopan santun, sikap, dan perilaku berbudi luhur cenderung terlupakan. Para siswa pun jadi kurang menghargai toleransi, kebersamaan dan rasa persatuan karena terjebak pada sikap ego pribadi. Bahasa sunda yang digunakanpun bahasa binatang ”KASAR”. Apalagi, kita makin "nol" keteladanan. Beberapa televisi lebih banyak menyajikan tayangan yang kurang mendidik. Lihat, acara Jakarta Lawyer Club. Bagaimana orang-orang saling merendahkan, memaki, dan gontok-gontokan yang dipertontonkan secara terbuka di hadapan pemirsa, termasuk anak-anak.

Kiranya edukasi dasar sangat penting dimulai sejak dini. Dari TK, anak-anak harus sudah diajari kemampuan kognitif dan kreativitas seni secara seimbang. Ini agar terbentuk karakter (character building) anak hingga memiliki identitas diri yang kuat. Sekaligus untuk mengubah mental bangsa terjajah yang bermental kuli, pengecut, dan selalu nebeng orang lain, menjadi lebih baik dan bermartabat. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Smpn 3 Cibadak Sukabumi Jawabarat Slideshow: Enita’s trip from Bandung, Jawa, Indonesia to Sukabumi was created by TripAdvisor. See another Sukabumi slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.

Silahkan Tulis Komentar anda disini