Rabu, Maret 30

Pengertian Bimbingan dan Konseling

Di dunia pendidikan dan lingkungan para pendidik, orangtua siswa, siswa atau para pemerhati pendidikan, maupun para mahasiswa kependidikan istilah Bimbingan dan Konseling sudahlah sangat akrab. Namun para ahli Kependidikan, para ahli Psikologi bahkan para ahli bidang Bimbingan dan Konseling mendefnisikan istilah Bimbingan dan Konseling secara berbeda (meskipun intinya sama). Bahkan ada yang secara terpisah memberi definisi tersendiri antara definisi Bimbingan dan definisi Konseling, namun ada pula yang mendefinisikan Bimbingan Konseling sebagai suatu satu kesatuan makna. Berikut kami uraikan beberapa pengertian atau definisi Bimbingan dan Konseling menurut beberapa Ahli.

Pengertian Bimbingan

Namun sebelumnya alangkah lebih baiknya jika kita tinjau pengertian bimbingan dari sisi bahasa. Bimbingan secara bahasa dapat berarti sebagai : membantu, menunjukkan, menentukan, mengatur, mengemudikan, memimpin, mengadakan, mengistruksikan, memberi saran, mengatur. Sedangkan Bimbingan secara istilah didefinisikan oleh para ahli sebagai berikut :
  1. Abu Ahmadi (1991), bahwa bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu (peserta didik) agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik.
  2. Prayitno dan Erman Amti (2004), Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, atau orang dewasa; agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku. Bimbingan diadakan dalam rangka membantu setiap individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri (mengutip pendapat Chiskolm dalam McDaniel).
  3. Bimo Walgito (2004), mendefinisikan bahwa bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya, agar individu dapat mencapai kesejahteraan dalam kehidupannya.
  4. I. Djumhur dan Moh. Surya, (1975) yang menyitir pendapat Miller, berpendapat bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, agar tercapai kemampuan untuk dapat memahami dirinya (self understanding), kemampuan untuk menerima dirinya (self acceptance), kemampuan untuk mengarahkan dirinya (self direction) dan kemampuan untuk merealisasikan dirinya (self realization) sesuai dengan potensi atau kemampuannya dalam mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan, baik keluarga, sekolah dan masyarakat.
  5. Dalam Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah dikemukakan bahwa “Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada peserta didik dalam rangka menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan”.
  6. Winkel (2005) mendefenisikan bimbingan: (1) suatu usaha untuk melengkapi individu dengan pengetahuan, pengalaman dan informasi tentang dirinya sendiri, (2) suatu cara untuk memberikan bantuan kepada individu untuk memahami dan mempergunakan secara efisien dan efektif segala kesempatan yang dimiliki untuk perkembangan pribadinya, (3) sejenis pelayanan kepada individu-individu agar mereka dapat menentukan pilihan, menetapkan tujuan dengan tepat dan menyusun rencana yang realistis, sehingga mereka dapat menyesuaikan diri dengan memuaskan diri dalam lingkungan dimana mereka hidup, (4) suatu proses pemberian bantuan atau pertolongan kepada individu dalam hal memahami diri sendiri, menghubungkan pemahaman tentang dirinya sendiri dengan lingkungan, memilih, menentukan dan menyusun rencana sesuai dengan konsep dirinya dan tuntutan lingkungan.
  7. Othman Mohamed (2000), bimbingan merupakan sebahagian daripada proses menolong. Ia melibatkan usaha memberi arahan secara teratur serta mengandungi maklumat sesuai bagi menentukan agar sesuatu matlamat tercapai oleh orang yang menerimanya. Lazimnya bagi penentuan kebajikan dan perkembangan dirinya.
  8. Menurut United States Office of Education (Arifin, 2003), memberikan rumusan bimbingan sebagai kegiatan yang terorganisir untuk memberikan bantuan secara sistematis kepada peserta didik dalam membuat penyesuaian diri terhadap berbagai bentuk problema yang dihadapinya, misalnya problema kependidikan, jabatan, kesehatan, sosial dan pribadi. Dalam pelaksanaannya, bimbingan harus mengarahkan kegiatannya agar peserta didik mengetahui tentang diri pribadinya sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.
Demikian definisi atau pengertian mengenai Bimbingan baik secara bahasa maupun bimbingan sebagai suatu istilah. Dalam mendefinisikan istilah bimbingan, para ahli bidang bimbingan dan konseling memberikan pengertian yang berbeda-beda. Meskipun demikian, pengertian yang mereka sajikan memiliki satu kesamaan arti bahwa bimbingan merupakan suatu proses pemberian bantuan. Kata kunci dari Bimbingan yaitu, ‘Bantuan’ atau ‘Membantu’. Namun perlu disadari pula bahwa, ‘Membantu’ sebagai suatu pengertian dari suatu proses bimbingan jangan dipahami hanya secara bahasa, yang lebih mengandung makna lebih pada peran aktif pembimbing (konselor), sedangkan orang yang menerima bimbingan (konseli) dianggap pasif. Akan tetapi bimbingan haruslah dipahami sebagai dan lebih mengacu kepada peran aktif seorang yang dibimbing untuk dapat menetukan langkah apa yang akan diambil ketika menghadapi masalah, sedangkan pembimbing tidak lebih sebagai orang yang membantu dalam pemecahan masalah yang sedang dihadapi (fasilitator).
Berdasarkan uraian tersebut diatas mengenai pengetian bimbingan baik secara bahasa maupun secara istilah menurut pemikiran para ahli serta beberapa kata kunci yang didapat, maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan merupakan suatu proses bantuan secara sistematis, terorganisir, dan berkesinambungan yang diberikan kepada seseorang, kelompok atau masyarakat agar bisa membuat keputusan, memecahkan masalah, dan bisa memahami diri dan lingkungannya sehingga dapat menyesuaikan diri dimana pun ia berada serta dapat mengoptimalkan segala potensi yang dimilikinya

Pengertian Konseling

Secara Etimologi kata konseling (counseling) berasal dari kata counsel yang diambil dan berasal dari bahasa Latin consilium artinya ‘dengan’ atau ‘bersama’ (atau ‘berbicara bersama’) yang dirangkai dengan ‘menerima’ atau ‘memahami’. Pengertian ‘berbicara bersama’ adalah dimaksudkan pembicaraan antara  konselor (counselor) dengan seorang atau beberapa orang (counselee). Sedangkan dalam Bahasa Anglo Saxon istilah konseling berasal dari ‘sellan’ yang berarti ‘menyerahkan’ atau ‘menyampaikan’. Dengan demikian konseling atau counsilium berarti, ‘People coming together to gain an understanding of problem that beset them were evident’, demikian ditulis Baruth dan Robinson (1987) dalam bukunya An Introduction to The Counseling Profession. Istilah konseling telah digunakan dengan luas sebagai kegiatan yang dipikirkan untuk membantu seseorang menyelesaikan masalahnya. Kata konseling mencakup bekerja dengan banyak orang dan hubungan yang mungkin saja bersifat pengembangan. Dukungan terhadap krisis, bimbingan atau pemecahan masalah. Tugas konseling adalah memberikan kesempatan kepada klien untuk mengeksplorasi, menemukan dan menjelaskan cara hidup lebih memuaskan dan cerdas dalam menghadapi sesuatu. Untuk memperoleh definisi atau pengertian yang lebih jelas tentang konseling maka berikut ini beberapa pendapat dari para ahli mengenai definisi konseling.
  1. Pepinsky 7 Pepinsky, (dalam Shertzer & Stone,1974) …interaksi yang(a)terjadi antara dua orang individu ,masing-masing disebut konselor dan klien ;(b)terjadi dalam suasana yang profesional (c)dilakukan dan dijaga sebagai alat untuk memudah kan perubahan-perubahan dalam tingkah laku klien.
  2. Smith, (dalam Shertzer & Stone,1974) …suatu proses dimana konselor membantu konseli membuat interprestasi-interprestasi tetang fakta-fakta yang berhubungan dengn pilihan,rencana,atau penyesuaian-penyesuaian yang perlu dibuat.
  3. Mc. Daniel (1956), …suatu pertemuan langsung dengan individu yang ditujukan pada pemberian bantuan kapadanya untuk dapat menyesuaikan dirinya secara lebih efektif dengan dirinyasendiri dan lingkungan.
  4. Berdnard & Fullmer (1969) Konseling meliputi pemahaman dan hubungan individu untuk mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan, motivasi, dan potensi-potensi yang yang unik dari individu dan membantu individu yang bersangkutan untuk mengapresiasikan ketige hal tersebut.
  5. Tolbert  (dalam Prayitno, 2004) Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antarab dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan situasi belajar. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri, keadaannya sekarang, dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya, demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang.
  6. Jones (Insano, 2004) menyebutkan bahwa konseling merupakan suatu hubungan profesional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. Hubungan ini biasanya bersifat individual atau seorang-seorang, meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya, sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi dirinya.
  7. Rogers (dalam Hendrarno, 2003), menyatakan bahwa konseling merupakan rangkaian-rangkaian kontak atau hubungan secara langsung dengan individu yang tujuannya memberikan bantuan dalam merubah sikap dan tingkah lakunya.
  8. B. Gibson (1985), menyatakan bahwa konseling adalah hubungan bantuan antara konselor dan klien yang difokuskan pada pertumbuhan pribadi dan penyesuaian diri serta pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.
  9. C. Menurut Edwin C. Lewis (dalam Abimanyu dan Manrihu, 1996), mengemukakan definisi konseling sebagai berikut. Konseling adalah suatu proses dimana orang yang bermasalah ( klien ) dibantu secara pribadi untuk merasa dan berperilaku yang lebih memuaskan melalui interaksi dengan seseorang yang tidak terlibat ( konselor ) yang menyediakan informasi dan reaksi-reaksi yang merangsang klien untuk mengembangkan perilaku-perilaku yang memungkinkannya berhubungan secara lebih efektif dengan dirinya dan lingkungannya.
  10. Carl Rogers (dalam Pietrofesa dkk., 1978). Konseling meupakan hubungan terapi dengan klien yang bertujuan untuk melakukan perubahan self (diri) pada pihak klien. Rogers menegaskan pengertian konseling sebagai ‘The process by which structure of the self is relaxed in the safety of relationship with the therapist, and previously denied experiences are perceived and then integrated in to an alterate self’ Intinya Rogers menekankan pada perubahan sistem self klien sebagai tujuan konseling akibat dari struktur hubungan konselor dengan kliennya.
  11. Hackney dan Cormier (1979), Memberikan penekanan pada fungsi masing-masing pihak yang terlibat. Konselor adalah tenaga terlatih yang berkemauan untuk membantu klien. Mereka menegaskan bahwa: ‘Counseling is the helping relationship, which include someone seeking help; someone willing to give help who is; capable of, or trained to, help; in a setting that permit’s help to be given and received’
  12. Pietrofesa (1978), Dalam bukunya The Authentic Counselor mengemukakan  bahwa konseling adalah proses yang melibatkan seseorang profesional berusaha membantu orang lain dalam mencapai pemahaman dirinya (self understanding), membuat keputusan, dan pemecahan masalah.
  13. Konseling merupakan suatu proses untuk membantu individu mengatasi hambatan-hambatan perkembangan dirinya,dan untuk mencapai perkembangan yang optimal kemampuan pribadi yang dimilikinya, proses tersebuat dapat terjadi setiap waktu. (Division of Conseling Psychologi)
Dari semua pendapat di atas dapat dirumuskan dengan singkat bahwa Bimbingan Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling (face to face) oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut konseli) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi konseli serta dapat memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki dan sarana yang ada, sehingga individu atau kelompok individu itu dapat memahami dirinya sendiri untuk mencapai perkembangan yang optimal, mandiri serta dapat merencanakan masa depan yang lebih baik untuk mencapai kesejahteraan hidup.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Bimbingan Konseling ialah hubungan antara seorang konselor yang terlatih dengan seorang klien atau lebih, bertujuan untuk membantu klien memahami ruang hidupnya, serta mempelajari untuk membuat keputusan sendiri melalui pilihan – pilihan yang bermakna dan yang berasaskan informasi dan melalui penyelesaian masalah -masalah yang berbentuk emosi dan masalah peribadi.

Tulisan di atas merupakan hasil kompilasi dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Smpn 3 Cibadak Sukabumi Jawabarat Slideshow: Enita’s trip from Bandung, Jawa, Indonesia to Sukabumi was created by TripAdvisor. See another Sukabumi slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.

Silahkan Tulis Komentar anda disini